PENGALAMAN MENGUBUR DENGAN CUACA YANG TIDAK MENENTU

Cuaca Tak Bisa Ditebak: Berangkat Kering, Pulang Basah Kuyup di TPU Karabha

Siang itu, jam menunjukkan pukul 13:31 WIB. Ambulance MBJ tiba di gerbang TPU Karabha, Tapos, Depok. Suasana langit memang terlihat mendung tebal menggantung, namun daratan masih kering. Angin berhembus tenang, seolah memberi jeda bagi kami dan keluarga duka untuk mempersiapkan prosesi pemakaman dengan tenang.

Kondisi awal kedatangan: Langit mendung namun hujan belum turun.

Namun, manusia hanya bisa berencana. Tepat ketika jenazah mulai diturunkan dan prosesi penguburan berlangsung, langit seakan tumpah. Hujan turun dengan derasnya tanpa permisi. Dalam situasi seperti ini, tidak ada kata "tunggu reda".

"Hujan adalah rahmat, dan menyegerakan jenazah adalah amanat. Basah kuyup bukan alasan untuk menunda kewajiban fardhu kifayah."

Kami bersama keluarga dan penggali kubur tanpa persiapan payung, jas hujan, tenda berjibaku di bawah guyuran hujan. Prioritas utama kami satu: Jenazah harus tertutup tanah dengan sempurna dan aman, secepat mungkin.

Hanya berselang 20 menit, seluruh perlengkapan dan kain penutup keranda basah kuyup usai bertugas.

Foto di atas diambil pukul 13:52 WIB, hanya berselang 20 menit dari foto pertama. Terlihat kain penutup keranda dan perlengkapan di dalam mobil yang basah kuyup. Ini adalah bukti kecil dari perjuangan di lapangan yang mungkin tak banyak orang tahu. Lelah dan basah itu pasti, tapi rasa lega karena jenazah telah dimakamkan dengan baik adalah bayaran yang tak ternilai bagi kami Ambulance MBJ.pelajaran penting walau cuaca terlihat hanya ada mendung seyogyanya kita tetap harus ada persiapan untuk antisipasi cuaca yang tidak bisa dipastikan.

Bagi warga Depok dan sekitarnya, kami siap melayani dalam kondisi cuaca apapun. Amanah anda adalah prioritas kami.


© 2026 Ambulance MBJ. All rights reserved.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ambulance Depok 24 Jam – Layanan Relawan MBJ

3 WAKTU LARANGAN SAAT MENGUBURKAN JENAZAH

Mengenal Sistem Triase (kode darurat) di IGD: Mengapa Pasien Ambulans Didahulukan?