Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

PENGALAMAN MENGUBUR DENGAN CUACA YANG TIDAK MENENTU

Gambar
Cuaca Tak Bisa Ditebak: Berangkat Kering, Pulang Basah Kuyup di TPU Karabha Siang itu, jam menunjukkan pukul 13:31 WIB . Ambulance MBJ tiba di gerbang TPU Karabha, Tapos, Depok . Suasana langit memang terlihat mendung tebal menggantung, namun daratan masih kering. Angin berhembus tenang, seolah memberi jeda bagi kami dan keluarga duka untuk mempersiapkan prosesi pemakaman dengan tenang. Kondisi awal kedatangan: Langit mendung namun hujan belum turun. Namun, manusia hanya bisa berencana. Tepat ketika jenazah mulai diturunkan dan prosesi penguburan berlangsung, langit seakan tumpah. Hujan turun dengan derasnya tanpa permisi. Dalam situasi seperti ini, tidak ada kata "tunggu reda". "Hujan adalah rahmat, dan menyegerakan jenazah adalah amanat. Basah kuyup bukan alasan untuk menunda kewajiban fardhu kifayah." Kami bersama keluarga dan penggali kubur tanpa persiapan payung, jas hujan, tenda berjibaku...

Mengubur jenazah malam hari di sertai hujan.

Gambar
🚑 Catatan Pengalaman Ambulance MBJ Malam itu ada keluarga yang membutuhkan ambulans untuk membawa jenazah ke pemakaman. Kami dari Ambulance MBJ Depok diminta mengantar jenazah dari rumah duka ke pemakaman di daerah Cimanggis. Keluarga meminta pemakaman segera malam itu juga karena alasan tertentu. Meski kondisi cuaca tidak mendukung, kami tetap berangkat. Ini bukan pertama kali kami menghadapi situasi seperti ini. Banyak orang bertanya, “Kenapa harus malam-malam saat hujan? Tidak bisa ditunda sampai pagi?” Jawabannya sederhana. Dalam ajaran Islam, memakamkan jenazah secepatnya adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Segerakanlah menguburkan mayit kalian” (HR. Bukhari) . Apalagi jika jenazah sudah dimandikan dan dikafani, menunda tanpa alasan kuat justru tidak dianjurkan. Selain itu, ada alasan tertentu dari keluarga yang mengharuskan disegerakan. ...

Upgrade Diri di 2026: 5 Resolusi Wajib Bagi "Pejuang Sirene" Indonesia

Gambar
Tahun 2025 sudah menjadi sejarah. Kini kita melangkah di tahun 2026. Bagi kita yang tergabung dalam Komunitas Ambulans Indonesia , pergantian tahun bukan sekadar ganti kalender, tapi momen untuk upgrade kualitas mental dan pelayanan. Menjadi sopir ambulans bukan sekadar "injak gas" dan membunyikan sirine. Ada nyawa yang kita bawa, ada keluarga duka yang sedang panik, dan ada nama baik korps ambulans Indonesia yang kita pikul di pundak. "Khusus untuk rekan-rekan sejawat dari Sabang sampai Merauke, berikut adalah 5 hal penting yang wajib kita tanamkan di tahun 2026 ini agar profesi kita makin dihargai:" 1. "Cepat" Itu Penting, Tapi "Selamat" Adalah Harga Mati Prinsip utama tahun ini: Defensive Driving . Kita sering melihat stigma masyarakat bahwa ambulans itu "arogan". Mari kita hapus stigma itu di tahun 2026. Driver profesional ta...