Panduan Penggunaan Tabung Oksigen Ambulans

PANDUAN LENGKAP TABUNG OKSIGEN AMBULANS

Edukasi Vital untuk Driver dan Relawan Ambulance

Di dalam unit ambulans, tabung oksigen bukan sekadar perlengkapan tambahan, melainkan penentu keselamatan nyawa. Setiap driver wajib memahami fungsi setiap knop dan indikator agar tidak terjadi kegagalan evakuasi di jalan.

Mengenal Bagian Alat Oksigen

1. Manometer (Alat Ukur Tekanan)

Manometer berfungsi menunjukkan seberapa besar tekanan gas yang tersisa di dalam tabung.

  • Fungsi: Mengetahui sisa isi oksigen (seperti jarum bensin).
  • Cara Baca: Satuan yang umum adalah PSI atau Bar. Jika jarum masuk ke area merah, tabung wajib segera diisi ulang.
TIPS: Cek manometer SETIAP PAGI sebelum unit bertugas.

2. Regulator & Flowmeter

Alat ini berfungsi menurunkan tekanan tinggi dari tabung menjadi aliran yang aman untuk paru-paru pasien.

  • Flowmeter: Tabung kaca dengan bola kecil di dalamnya untuk mengatur aliran (Liter Per Menit/LPM).
  • Cara Pakai: Putar knop perlahan hingga bola berada di angka yang diinstruksikan tenaga medis.

3. Humidifier (Tabung Pelembab)

Oksigen di dalam tabung bersifat kering dan bisa melukai saluran napas jika diberikan langsung dalam waktu lama.

  • Fungsi: Memberikan kelembapan pada gas oksigen.
  • Aturan Air: Wajib menggunakan Aquadest (Air Steril). Jangan gunakan air keran karena berisiko infeksi paru-paru.
  • Batas Isi: Isi air di antara garis "Minimum" dan "Maximum".

Aturan Penggunaan (Standar Kemenkes)

Berdasarkan standar prosedur medis, pemberian oksigen tidak boleh sembarangan:

Jenis Masker Aliran Oksigen Kegunaan
Nasal Cannula 1 - 6 LPM Pasien sesak ringan.
Simple Mask 6 - 10 LPM Pasien sesak sedang.
NRM 10 - 15 LPM Kondisi kritis/berat.

Keterangan Jenis Masker:

  • Nasal Cannula: Selang kecil ke lubang hidung. Digunakan untuk pasien sesak ringan yang masih bisa bicara dan makan dengan nyaman.
  • Simple Mask: Masker wajah bening tanpa kantong. Memberikan oksigen lebih banyak untuk pasien dengan sesak napas tingkat sedang.
  • NRM (Non-Rebreathing Mask): Masker yang memiliki kantong di bawahnya. Wajib digunakan untuk pasien kritis atau sesak napas berat agar mendapatkan oksigen maksimal.
    Klasifikasi Nilai Oksigen dalam Darah (Nilai Oksimetri)
    Nilai Oksimetri Kategori
    95 - 100% Normal
    90 - 95% Hipoksia ringan sampai sedang
    85 - 90% Hipoksia sedang sampai berat
    < 85% Hipoksia berat mengancam jiwa
    *Hipoksia: Kondisi kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya.

*Target saturasi oksigen (SpO2) normal adalah di atas 94%.

Langkah Keamanan Tabung

  • Dilarang Merokok: Sangat berbahaya dekat oksigen.
  • Posisi Tabung: Wajib terikat kuat pada bracket unit.
  • Tangan Bersih: Hindari oli atau minyak pada katup.

© 2025 Ambulance MBJ. All rights reserved.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ambulance Depok 24 Jam – Layanan Relawan MBJ

3 WAKTU LARANGAN SAAT MENGUBURKAN JENAZAH

Mengenal Sistem Triase (kode darurat) di IGD: Mengapa Pasien Ambulans Didahulukan?